Aluminium Alloy

Apa itu Aluminium Alloy?

Aluminium Alloy merupakan material berbasis aluminium yang ditambah dengan elemen paduan. Elemen paduan yang biasa digunakan seperti tembaga, magnesium, manganese, silicon, seng, bismuth, timbal, boron, nickel, titanium, chromium, vanadium, dan zirconium

Berikut Macam – macam Aluminium Alloy :

1. Aluminium Copper Alloy (Seri 2xxx) Paduan ini banyak digunakan untuk alat-alat yang bekerja pada temperatur tinggi misalnya pada piston dan silinder head motor bakar.

2. Aluminium Manganese Alloy (3xxx)
Paduan dalam seri ini tidak dapat dikeraskan dengan heat treatment. Seri ini mudah dibentuk, tahan korosi, dan kemampuan las yang baik. Banyak digunakan untuk pipa dan tangki minyak.
3. Aluminium Silicone Alloy (Seri 4xxx)
Seri 4xxx ini udah ditempa dan memiliki koefisien muai panas sangat rendah yang biasa digunakan untuk piston yang ditempa. Paduan ini juga memiliki ketahanan korosi yang baik, sangat ringan, koefisien pemuaian yang sangat kecil, dan sebagai penghantar panas dan listrik yang baik.
4. Aluminium Magnesium Alloy (Seri 5xxx)
Seri 5xxx umumnya non heat treatable dan banyak digunakan sebagai bahan untuk tangki LNG juga sebagai pipa saluran minyak dan gas pada kendaraan.
5. Aluminium Magnesium Silicone Alloy (Seri 6xxx)
Seri 6xxx banyak digunakan untuk piston motor dan silinder head motor bakar, part sepeda, rangka kontruksi bangunan dan lain lain. Dan yang paling sering digunakan untuk seri 6xxx ini adalah seri 6061 dan 6063.
6. Aluminium Zinc Alloy (Seri 7xxx)
Seri 7xxx mempunyai kekuatan tertinggi diantara paduan-paduan lainnya. Penggunaan paduan ini paling besar adalah untuk konstruksi pesawat udara. Di samping itu penggunaannya menjadi lebih penting sebagai bahan konstruksi.

Bidang apa saja yang sering menggunakan Aluminium Alloy?

Aluminium Alloy sering di gunakan di bidang industri, otomotif, kontruksi dan interior tentunya. Alloy Aluminium sering digunakan oleh bidang di atas karena materialnya yang kuat, mudah ditempa, dan tahan korosi. Material tersebut dapat dihasilkan dengan memadukan logam aluminium dengan mangan.

Mengapa aluminium alloy sering di gunakan oleh banyak bidang?

Aluminium alloy merupakan konduktor listrik yang baik, ringan dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas, dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat, diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang, dan tahan korosi.

Berikut kelebihan aluminium alloy :

  • Massa jenisnya rendah
  • Memiliki kekuatan yang tinggi meski massa jenisnya rendah
  • Memiliki ketahanan korosi yang sangat baik
  • Penghantar panas dan listrik yang baik
  • Memiliki reflektivitas yang sangat baik
  • Memiliki keuletan yang tinggi
  • Memiliki modulus elastisitas yang rendah
  • Mudah disambung (seperti dilas)
  • Mudah didaur ulang
  • Mudah dibentuk (seperti ekstrusi)
  • Mudah dituang

Selain itu, aluminium alloy pun memiliki kelemahan, berikut kelemahan alloy aluminium :

  • Titik cairnya rendah sehingga tidak mampu digunakan pada aplikasi bersuhu tinggi
  • Beberapa paduan rentan mengalami stress-corrosion
  • Dapat terjadi penggetasan pada batas butir ketika terkena mercury secara langsung (sehingga tidak dapat digunakan lagi)

Sejak kapan aluminium alloy mulai di gunakan?

Aluminium alloy mulai digunakan dalam rekayasa dan konstruksi. Dalam Perang Dunia I dan II, aluminium merupakan sumber daya strategis yang penting bagi dunia penerbangan. Produksi logam dunia tumbuh dari 6,800 metrik ton pada tahun 1900 menjadi 2,810,000 metrik ton pada tahun 1954, ketika aluminium menjadi logam non besi yang paling banyak diproduksi, melampaui tembaga.

Pada paruh kedua abad ke-20, aluminium mulai digunakan dalam transportasi dan pengemasan. Produksi aluminium menjadi perhatian akibat pengaruhnya terhadap lingkungan, hingga kemudian ditemukan cara mendaur ulang aluminium. Logam ini menjadi komoditas pertukaran pada 1970-an. Produksi aluminium mulai bergeser dari negara maju ke negara berkembang pada 2010, Tiongkok telah mengakumulasikan bagian yang sangat besar dalam produksi dan konsumsi aluminium. Produksi aluminium dunia terus meningkat, mencapai 58,500,000 metrik ton pada tahun 2015. Produksi aluminium melebihi gabungan semua logam non besi lainnya.



Hubungi Kami!
Lumino Indonesia
Halo, Ada yang bisa kami bantu?